Kejahatan Kejahatan Yang Di lakukan Soeharto Sebelum menjadi Presiden RI
Written By Terpercaya on Monday, October 2, 2017 | October 02, 2017
Kedai Gosip Hot - Pangkostrad Mayjen Soeharto berhasil menduduki kursi kepresidenan Republik Indonesia setelah “menyingkirkan” Presiden Soekarno melalui Supersemar, 11 Maret 1966.
Supersemar merupakan surat perintah yang berisi penyerahan kekuasaan kepada Soeharto dari Bung Karno selaku Presiden RI
Namun, jauh sebelum menjabat sebagai Presiden RI, Soeharto disebut-sebut telah melakukan pelanggaran. Ia melakukan operasi tanpa izin dan perintah dari Bung Karno selaku Panglima Tertinggi (Pangti) ABRI.
pelanggaran itu mengenai penumpasan Gestapu oleh Soeharto yang sebenarnya melanggar disiplin hirarki militer. Terlebih lagi, penumpasan terhadap orang-orang yang diduga terlibat PKI tersebut menjadi tak terkendali dan dilakukan pula oleh rakyat sipil.
Meski begitu, langkah yang diambil Soeharto tanpa izin dan perintah Bung Karno ini dianggap tepat karena disebut sukses mengihindarkan Indonesia dari komunisme.
Selain soal Gestapu, Soeharto juga memiliki inisiatif sendiri ketika menangani konflik Indonesia-Malaysia dalam Operasi Dwikora. Kebijakannya dalam operasi ini pun tak lepas dari munculnya Supersemar.Agen Bandarq Online
Melihat militer Indonesia yang pasti tak siap melawan serangan dari Malaysia yang didukung Inggris, Soeharto punya cara tersendiri. Dia membuka operasi rahasia bersifat khusus yang dipercayakannya pada Benny Moerdani. Operasi ini memiliki dua tujuan.
Pertama, melakukan usaha penggalangan dengan tokoh masyarakat dan partai politik Malaysia yang tak menyetujui pembentukan negera Federasi Malaysia. Kedua, mengkaji secara mendalam kebenaran persepsi dan sikap pemerintah Indonesia yang beranggapan bahwa negaranya memang telah dikepung Nekolim Malaysia.
Selain dua tujuan tersebut, operasi ini juga memiliki sasaran untuk menyatukan seluruh potensi agar bisa diarahkan melalui pemecahan secara damai.
Namun, jika operasi ini gagal, seluruh kekuatan militer Indonesia telah dipersiapkan secara maksimal untuk melakukan penghancuran fisik terhadap Malaysia.Agen bandarq online
Akhirnya, operasi intelijen yang dijalankan Benny dan timnya ini berhasil dengan sukses. Konfrontasi Indonesia-Malaysia pun dapat diselesaikan secara damai.
Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa inisiatif Soeharto yang “mengabaikan” Bung Karno, dapat menyelamatkan negara. Bahkan, di era Orde Baru saat Soeharto menjadi presiden, Indonesia menjadi negara yang makin dekat dengan Malaysia.
Related Articles
If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.
Labels:
politik





0 comments:
Post a Comment